
Massa
pendukung pasangan calon bupati dan wakilnya Imam Buchori Cholil-
Zainal Alim (Imam-Zain) memblokade jalan dan merusak fasilitas umum
(fasum) di KPUD Bangkalan, Jalan Pemuda Kaffa, Bangkalan, Madura,
kemarin. Kerusuhan tersebut dipicu pencoretan pasangan Imam-Zain pada
saat daftar pilkada oleh KPUD Bangkalan sesuai putusan PTUN Surabaya.
Massa
pendukung pasangan calon bupati dan wakilnya Imam Buchori Cholil-
Zainal Alim (Imam-Zain) memblokade jalan dan merusak fasilitas umum
(fasum) di KPUD Bangkalan, Jalan Pemuda Kaffa, Bangkalan, Madura,
kemarin. Kerusuhan tersebut dipicu pencoretan pasangan Imam-Zain pada
saat daftar pilkada oleh KPUD Bangkalan sesuai putusan PTUN Surabaya.
BANGKALAN–
Aksi pendudukan kantor KPU Kabupaten Bangkalan oleh massa pendukung KH
Imam Buchori Cholil - Zainal Alim (Imam - Zain) berujung bentrok,
kemarin. Kerusuhan ini dipicu tindakan aparat keamanan yang memaksa
mengangkut logistik pilkada untuk didistribusikan ke 18 kecamatan di
Kabupaten Bangkalan. Akibat bentrok massa dengan sekitar 3.000 polisi
tersebut, situasi sepanjang jalan menuju kantor KPU mencekam. Teriakan
hingga cacian mewarnai aksi massa yang membakar ban mobil dan
pohon-pohon di sekitar jalan.
Akses menuju KPU dalam kondisi
lumpuh total.Kepulan asap, lemparan batu dan tembakan gas air mata
menjadi pemandangan yang tidak bisa dihindari dalam bentrok tersebut.
Pantauan di lapangan, bentrokan berawal saat petugas kepolisian usai
menggelar apel pengamanan kantor KPU Bangkalan, di depan rumah dinas
Kapolres Bangkalan. Lokasi apel ini berada di sebelah barat kantor KPU.
Sebentar
kemudian, sejumlah petugas dan personel KPU mengeluarkan logistik
pilkada dari gudang di sebelah barat kantor KPU. Langkah itu memicu
emosi massa pendukung Imam- Zain. Sebelum terjadi bentrokan kemarin ,
massa Imam-Zain memang berusaha menggagalkan pengiriman logistik ke
tempat pemungutan suara (TPS). Mereka mengepung KPU dari berbagai sisi
untuk memblokade pengiriman logistik sejak Jumat (7/12).
Aksi
ini dilakukan setelah KPU mencoret pasangan Imam-Zain sebagai peserta
Pilkada Bangkalan 2012. ”Lihatlah,petugas kepolisian malah membantu
penyaluran logistik Pilkada.Ini yang kami tidak terima,” ujar
koordinator massa pendukung Imam - Zain, Mahmudi Ibnu Khotib, saat orasi
di depan massa. Saat Mahmudi berorasi, tiba-tiba dari belakang massa
Imam-Zain, ada yang melempar batu ke arah petugas Brimob. Kontan emosi
massa terpancing. Mereka ikut melempari petugas Brimob yang berjaga di
depan kantor KPU Bangkalan.
Polisi yang terdesak langsung
menembakkan gas air mata ke arah pendukung Imam – Zain. Akibatnya, massa
kalang kabut melarikan diri. Saat terpukul mundur, massa sempat
beringas dengan melempar batu ke arah petugas. Aksi massa ini berhasil
diredam oleh koordinator lapangan. Tepat sekitar 10.45 WIB, perwakilan
massa ditemui oleh Kabid Propam Polda Jawa Timur,Kombes Pol Tomsi Tohir.
Tomsi
mengajak massa agar tidak bertindak anarkistis. ”Mari kita berembuk
dulu, jangan melakukan tindakan yang berlebihan sehingga bisa merugikan
masyarakat sendiri,” ujar Tomsi. Negosiasi tersebut menemui jalan buntu.
Massa menuntut agar logistik Pilkada Bangkalan tidak didistribusikan
dulu.Sedangkan polisi bersikukuh tetap mendistribusikan logistik Pilkada
Bangkalan. Akibatnya, bentrokan kembali terjadi pukul 11.30 WIB.
Massa
akhirnya berhasil dipukul hingga di depan RSUD Bangkalan. Sepanjang
jalan ini, massa merusak fasilitas umum di median jalan maupun di
pinggir jalan. Puluhan pot bunga hancur, dua unit penerangan jalan umum
(PJU) roboh, dan mencabuti tanaman. Massa juga membakar ban bekas dan
pohon-pohon di sepanjang jalan.Asap hitam mengepul membuat suasana
semakin mencekam. ”Kami terpaksa mundur karena aparat bertindak sangat
represif.
Kami hanya menuntut logistik Pilkada ditunda untuk
didistribusikan, malah diperlakukan seperti ini, ditembak dengan gas air
mata,” ujar salah satu peserta aksi,Nanang. Usai berhasil memukul
mundur massa, petugas membersihkan sisa-sisa bentrokan di sepanjang
Jalan Pemuda Kaffa. Situasi sekitar KPU masih lumpuh,usai
bentrok,ratusan aparat berjaga-jaga di sepanjang lokasi kejadian. Selama
bentrokan,polisi menciduk lima orang yang diduga sebagai
provokator.Kelima orang tersebut menjalani proses pemeriksaan penyidik
Polres Bangkalan.
Kelima pendukung Imam-Zain yang
ditangkap,Mislan dan Matrais, asal Desa Mandung, Kecamatan Kokop,
Bangkalan,dan Abdul,asal Desa Alas Kembang,Kecamatan Burneh, Bangkalan.
Sementara, dua orang lainnya masih belum diketahui identitasnya.
Sekretaris DPC PKNU Bangkalan,Ach. Muzakki, menyatakan, dari hasil
laporan yang masuk, sebanyak tiga orang yang ditangkap merupakan
pendukung Imam - Zain yang identitasnya sudah diketahui. Untuk yang dua
orang merupakan simpatisan.
”Cuma yang jelas, kami bertanggung
jawab atas lima orang yang ditangkap tersebut dan akan segera
mengurusnya,” ujar Muzakki. Dia menyayangkan tindakan aparat yang
represif dan kurang profesional tersebut. Sebab, sebelum kejadian pihak
kepolisian sudah berkomitmen agar distribusi logistik Pilkada Bangkalan
ditahan lebih dulu. Ironisnya, komitmen yang sudah dibangun tersebut
diingkari.
Petugas malah ikut membantu mendistribusikan
logistik. Padahal, apa yang dilakukan pendukung Imam - Zain dengan
memblokade kantor KPU tersebut bertujuan membantu aparat kepolisian.
Paling tidak,agar konflik tidak merebak sampai ke tingkat bawah atau
desa. ”Kok malah represif seperti ini,pendukung kami ditangkap karena
dinilai anarkistis. Ini sangat tidak benar dan semakin membuat massa
bertindak lebih anarkis,” tegasnya.
Kasat Raskrim Polres
Bangkalan, AKP Moh Lutfi mengaku, kelima orang tersebut masih diperiksa.
Namun belum ada penetapan status hukum.“Ya,ada lima orang dan masih
kami periksa,” ujarnya. Dia menambahkan, tidak hanya menangkap pelaku
saja. Petugas saat menyisir di lokasi bentrok menemukan beberapa barang
bukti sepeti bensin,dan bondet.
Adapun rincian barang bukti yang
ditemukan berupa 48 botol air mineral ukuran tanggung berisi bensin, 25
botol Kratingdaeng,1 jeriken bensin berisi 25 liter,sumbu kayu pembakar
29 batang, tempurung kelapa 2 biji, bensin kemasan plastik 75
kantong,dan 12 buah bom bondet.”Kami juga mengamankan mobil Taft yang
bergambar salah satu pasangan calon,” tegasnya. Kerusuhan di Bangkalan
membuat polisi ketar-ketir.
Polda Jatim mengerahkan bantuan
personel dari Surabaya,Jember,dan dari berbagai daerah. Khusus
Polrestabes Surabaya mengerahkan 1 satuan setingkat kompi (SSK). Kasubag
Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti mengatakan,seluruh personel
dari Sat Shabara tersebut akan berada di Bangkalan selama empat
hari.Mereka berada di Bangkalan mulai kemarin, hingga H+2 pasca pilkada
Jumat (14/12) mendatang. “Rencananya sampai empat hari ke depan.
Namun
bilamana situasi belum kondusif, bisa saja mereka diperpanjang hingga
waktu yang ditentukan,” tandasnya. Sementara itu, hingga tadi malam,
massa yang dipukul mundur kembali melakukan aksi blokade jalan. Kali ini
beralih dengan memblokade Ring Road Halim Perdana Kusuma, yang
merupakan akses alternatif menuju Dermaga Kamal, Madura. Aksi ini
mengakibatkan, denyut nadi ekonomi Bangkalan dan sekitarnya terganggu.
Sejumlah
toko menutup layanannya lebih awal.Bahkan SPBU di kawasan Jalan
Soekarno Hatta juga kehabisan premium.Akibat distribusi BBM yang
tersendat dari dan menuju Bangkalan. Sejumlah pengendara roda empat dan
dua terpaksa membeli pertamax. Hal itu terpaksa
dilakukanagarmerekatetapdapat berkendara.”Tidak apa-apa diisi pertamax,
daripada mogok,“ ujar Syahid,salah seorang pengendara sepeda motor.
Bupati Imbau JanganTerprovokasi Bupati
Bangkalan, Fuad Amin Imron mengimbau semua lapisan masyarakat di
wilayah itu tidak terpancing dengan isu Pilkada rusuh yang terjadi di
kantor KPU setempat.“ Saya berharap masyarakat tidak terpancing emosi
terkait kabar kerusuhan pilkada Bangkalan ini,” katanya dalam keterangan
persnya di pendopo pemkab,kemarin. Bupati mengatakan,warga pengunjuk
rasa yang menginginkan agar tahapan pelaksanaan pilkada Bangkalan
ditunda karena pendukung pasangan calon mereka dicoret, hanya segelintir
orang saja.
“Paling mereka hanya sekitar 200-an orang saja.
Selebihnya, mereka itu kan masyarakat sekitar kantor KPU yang memang
menyaksikan aksi,”katanya menjelaskan. Fuad Amin Imron menegaskan,
kebijakan yang telah dilakukan KPU Bangkalan sudah tepat, karena
institusi itu hanya melaksanakan putusan pengadilan yakni PTUN.Bupati
juga mengimbau agar semua pihak menahan diri dan samasama menciptakan
Bangkalan yang aman dan kondusif, guna menyukseskan pelaksanaan pilkada.
subairi/deny bachtiar/ ihya’ulumuddin/ p juliatmoko/ant